http://gdslearning.net, Perkembangan teknologi informasi yang amat pesat akhir-akhir ini akhirnya merubah kondisi pembelajaran yang selalu terikat dengan keterbatasan ruang dan waktu. Dengan pesatnya perkembangan internet semakin memudahkan para praktisi pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Ruang kelas tidak lagi dibatasi oleh sekat. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa saat ini telah terjadi anggapan “the world is the classroom”.
Berkaitan dengan pemerataan kesempatan belajar, maka di era digital saat ini konsep pembelajaran jarak jauh sangat didukung dengan keberadaan elektronik. Hal ini melahirkan istilah e-learning. Ada banyak istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran dengan dukungan elektronik dan internet. Istilah tersebut antara lain : on-line learning, internet-enabled learning, virtual learning, atau web-based learning. Walaupun istilah yang digunakan berbeda, namun semuanya menunjuk pada satu konsep yang sama, yaitu pembelajaran jarak jauh yang didukung dengan elektronik dan berbasis internet.

Namun akhirnya timbul pertanyaan kegiatan pembelajaran seperti apakah yang dikatakan sebagai e-learning? Apakah e-learning itu sendiri? Apakah siswa yang selalu menenteng laptop kemana pun telah dikatakan berproses e-learning? Ilustrasi berikut diharapkan dapat menjawab pertanyaan tentang e-learning. (Newsletter of ODLQC, 2001)
Jika seorang siswa membawa laptopnya ke tempat yang terpncil dan mengakses berbagai informasi pelatihan tanpa bantuan tutor, apakah ia dikatakan telah mengikuti e-learning? Jawabannya tidak. Namun, bagaimana jika ia memiliki alat komunikais misalnya handphone, dan menghubungi seorang tutor, apakah itu yang dikatakan sebagai e-learning? Jawabannya iya. (Deden; 2007).
Ilustrasi tersebut menyatakan bahwa suatu kegiatan pembelajaran tidak akan dikategorikan sebagai e-learning kecuali jika ada interaksi dengan tutor meskipun dalam jarak jauh. Lebih rinci, berikut adalah persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-Learning), yaitu:

  • Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (“jaringan” dalam uraian ini dibatasi pada penggunaan internet. Jaringan dapat saja mencakup LAN atau WAN). (Website eLearners.com),
  • Tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya CD-ROM, atau bahan cetak, dan
  • Tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.

Di samping ketiga persyaratan tersebut di atas masih dapat ditambahkan persyaratan lainnya, seperti adanya: lembaga yang menyelenggarakan/mengelola kegiatan e-Learning, (b) sikap positif dari peserta didik dan tenaga kependidikan terhadap teknologi komputer dan internet, (c) rancangan sistem pembelajaran yang dapat dipelajari/diketahui oleh setiap peserta belajar, (d) sistem evaluasi terhadap kemajuan atau perkembangan belajar peserta belajar, dan (e) mekanisme umpan balik yang dikembangkan oleh lembaga penyelenggara.
Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra sebanyak 80 negara di dunia. Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah.

Teknologi pendidikan muncul seiring dengan perkembangan zaman. Jika zaman dulu pembelajaran hanya mengandalkan kehadiran guru dan siswa, maka di zaman yang serba mobile ini, teknologi pendidikan sangat diperlukan. I sepanjang Menurut Miarso (2007) landasan ontologi timbulnya konsep teknologi pendidikan itu antara lain: (1) Adanya kebutuhan masyarakat terhadap kegiatan belajar yang terjadi sepanjang hayat dan merupakan hak setiap orang; (2) Lingkungan yang terus berubah; (3) Jumlah penduduk yang kian bertambah; (4) Terbatasnya sumber-sumber tradisional; (5) Perlunya pengelolaan sumber-sumber belajar agar bisa digunakan secara optimal untuk keperluan belajar.
E-learning merupakan istilah yang berarti sebagai kegiatan pembelajaran jarak jauh yang didukung oleh pearalatan elektronik dan berbasis internet. Pembelajaran jarak jauh sendiri merupakan konsep teknologi pendidikan yang tercakup dalam konsep pendidikan alternatif. Munculnya pembelajaran jarak jauh itu sendiri disebabkan karena tidak meratanya kesempatan belajar bagi siswa yang tinggal di daerah terpencil. Untuk mengatasi hal ini maka diadakan kegiatan pembelajaran jarak jauh. Jika dulu kegiatan ini hanya didukung oleh jasa pos dan tutor, maka dengan masuknya era digital di negara kita, maka kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih mudah dan fleksibel. Untuk itu, diperlukan pula program-program yang mendukung aplikasi e-learning di internet.